Laut Kita, Tanggung Jawab Kita: Pengawasan Perikanan untuk Masyarakat
Hubungan internasional

Laut Kita, Tanggung Jawab Kita: Pengawasan Perikanan untuk Masyarakat

Oleh Monica Ryan

Cetak

Rp 60.000

E-Book (Digital)

Rp 15.000

Tertarik Membaca Buku Ini?

Buku akan dikirim instan (jika e-book) atau via Ekspedisi (Cetak).

Spesifikasi Buku

ISBN Sedang Diproses
Halaman 200 Hal
Terbit Mar 2026
Bahasa Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah laut yang luas dan kekayaan sumber daya perikanan yang menjadi tumpuan kehidupan jutaan masyarakat. Namun, potensi besar tersebut dihadapkan pada berbagai tantangan serius, seperti penangkapan ikan ilegal, praktik perikanan yang tidak berkelanjutan, serta lemahnya sistem pengawasan di lapangan. Buku “Laut Kita, Tanggung Jawab Kita: Pengawasan Perikanan untuk Masyarakat” hadir untuk menjawab kebutuhan akan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya pengawasan perikanan berbasis partisipasi masyarakat. Buku ini mengulas konsep dasar pengelolaan dan pengawasan perikanan, kerangka kebijakan dan regulasi yang berlaku, serta peran strategis masyarakat pesisir dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Dengan pendekatan yang mudah dipahami, pembaca diajak untuk memahami bahwa pengawasan perikanan bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang melibatkan nelayan, komunitas lokal, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, buku ini menyajikan contoh praktik baik, model pengawasan partisipatif, serta pemanfaatan teknologi sederhana dalam mendukung pengawasan perikanan di tingkat lokal. Pembahasan juga menekankan pentingnya edukasi, kesadaran hukum, dan penguatan kelembagaan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun sistem pengawasan yang efektif dan berkelanjutan. Ditujukan bagi masyarakat umum, nelayan, pegiat kelautan, mahasiswa, serta aparatur pemerintahan, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi sekaligus inspirasi dalam menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga laut sebagai warisan bersama. Melalui pengawasan perikanan yang partisipatif dan bertanggung jawab, keberlanjutan sumber daya laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
  1. Buku dan Jurnal Akademik
  2. Satria, A. (2009). Pesisir dan Laut untuk Rakyat. Bogor: IPB Press.
  3. Kusnadi. (2003). Akar Kemiskinan Nelayan. Yogyakarta: LKiS.
  4. Masyhuri. (1996). Menyisir Pantai Utara: Usaha dan Perekonomian Nelayan di Jawa dan Madura 1850-1940. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.
  5. Ruddle, K., & Johannes, R.E. (1985). The Traditional Knowledge and Management of Coastal Systems in Asia and the Pacific. Jakarta: UNESCO.
  6. Zerner, C. (2003). "Culture and the Question of Rights: Forests, Coasts, and Seas in Southeast Asia." Duke University Press.
  7. Strang, V. (2005). "Common Senses: Water, Sensory Experience and the Generation of Meaning." Journal of Material Culture, 10(1): 92-120.
  8. Steinberg, P.E. (2001). The Social Construction of the Ocean. Cambridge University Press.
  9. Helmreich, S. (2009). Alien Ocean: Anthropological Voyages in Microbial Seas. University of California Press.
  10. Referensi Indonesia
  11. Lapian, A.B. (2009). Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX. Jakarta: Komunitas Bambu.
  12. Adhuri, D.S. (2013). Selling the Sea, Fishing for Power: A Study of Conflict over Marine Tenure in Kei Islands, Eastern Indonesia. ANU Press.
  13. Warren, C. (2007). "Adat in Balinese Discourse and Practice: Locating Citizenship and the Commonwealth." The Revival of Tradition in Indonesian Politics.
  14. Thorburn, C.C. (2000). "Changing Customary Marine Resource Management Practice and Institutions: The Case of Sasi Lola in the Kei Islands, Indonesia." World Development, 28(8): 1461-1479.
  15. Laporan dan Publikasi
  16. FAO. (2020). The State of World Fisheries and Aquaculture 2020: Sustainability in Action. Rome: FAO.
  17. KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). (2021). Statistik Kelautan dan Perikanan Indonesia.
  18. UNESCO. (2017). Rethinking Education: Towards a Global Common Good? - Bagian tentang indigenous knowledge.
  19. Artikel dan Esai
  20. Lowe, C. (2006). "Wild Profusion: Biodiversity Conservation in an Indonesian Archipelago." Princeton University Press.
  21. Sather, C. (1997). The Bajau Laut: Adaptation, History, and Fate in a Maritime Fishing Society of South-Eastern Sabah. Oxford University Press.
  22. Clifton, J. (2013). "Refocusing Conservation through a Cultural Lens: Improving Governance in the Wakatobi National Park, Indonesia." Marine Policy, 41: 80-86.
  23. Sumber Digital dan Database
  24. Asia-Pacific Network for Global Change Research (APN). Traditional Knowledge and Climate Change in Asia Pacific. https://www.apn-gcr.org/
  25. The SeaLit Project (Sea Literary Cultures). https://sealitproject.com/
  26. World Ocean Review. Marine Resources. https://worldoceanreview.com/
Monica Ryan
Penulis
🌐 Ekosistem Digital Terintegrasi

Solusi Akademik Komprehensif

Karya Anda tidak hanya terbit menjadi buku, tetapi juga terdistribusi luas dalam ekosistem digital untuk memberikan dampak akademis maksimal.

Institutional Repository

Kami memiliki repository tersendiri (repository.haqipub.com). Seluruh karya yang Anda terbitkan akan diunggah ke repository ini, sehingga karya tulisan Anda otomatis terindeks di Google Scholar dan direktori akademis lainnya.

Penerbitan Jurnal Ilmiah

Selain publikasi buku, kami juga menyediakan layanan penerbitan jurnal ilmiah. Platform OJS (Open Journal Systems) kami di journal.haqipub.com siap menjadi wadah publikasi hasil riset Anda.